dana hibah gaib ki joko sasongko

DANAGAIB PESUGIHAN KYAI Diposting 28th August 2016 oleh Joko sasongko. 3 Lihat komentar Dana hibah kyai abdul hasan markawi Pesugihan tanpa tumbal. Pesugihan islami. Classic. Klasik; Kartu Lipat; Majalah; Mozaik; Bilah Sisi; Cuplikan; Kronologis; SELAMATDATANG DI WEBSITE KAMI WWW.PENARIKANUANGGAIBASLI.BLOGSPOT.COM KI SUGENI. Cari Dana Hibah Gaib Tanpa Mahar Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Infopesugihan uang gaib | Pesugihan bank gaib jarak jauh | Dunia Pesugihan | Pesugihan Tanpa Resiko | Dana Hibah | Jin Khodam | Jin Islam MenurutJokowi, hoax adalah sesuatu yang biasa dan dialami oleh banyak negara. "Biasa sajalah itu. Semua negara seperti tadi saya sampaikan, mengalami, tidak usah dibesar-besarkan, hanya bagaimana menghadapi dan menyelesaikan tantangan itu," ujar Jokowi di Lapangan Tantui, Ambon, Maluku, Kamis (9/2/2017). SELAMATDATANG DI FORUM PESUGIHAN UANG GAIB MBAH CAHYONO AMAN DAN TERPERCAYA. Dana Hibah Gaib 100% Langsung Cair | Dana Gaib | Uang Gaib | Dana Gaib Tanpa Tumbal | Cara Menarik Uang Gaib | Uang Gaib Halal | Pesugihan Uang Gaib Tanpa Tumbal | Rahasia Agar Cepat Kaya | Doa Mendatangkan Uang Dengan Cepat Secara Islam | Dana Hibah Urlaub Buchen Single Mit 2 Kindern. Korban Penipuan Dana Hibah Gaib Ki Joko Sasongko Saya mengambil judul itu karena dari pengalaman saya. Namun jangan salah penafsiran, saya bukanlah korban dari Ki Joko Sasongko namun saya tertipu oleh orang yang mengaku Korban Penipuan Dana Hibah Gaib Ki Joko Sasongko. Bingung..??? Mungkin lebih jelasnya akan saya ceritakan pengalaman saya sekaligus bisa diambil hikmahnya bersama. Sebelumnya perkenalkan nama saya Yuli, ibu dari seorang putri dan berprofesi sebagai pebisnis di bidang Tour n Travel. Sejak dua tahun lalu hidup saya sangat hancur, rasanya seperti orang gila saja setelah saya ditipu rekan bisnis, dia membawa lari semua uang dari para investor. Akhirnya saya yang harus mengganti semua uang para insvestor yang begitu banyaknya. Harta benda juga sudah ludes ter jual namun belum mampu menutupi hutang. Begitu juga berbagai usaha untuk membayar hutang dan mencari bantuan/pinjaman uang kepada saudara atau teman juga sudah, tapi bukannya membantu mereka malah menyalahkan bahkan menghina saya. Ahirnya saya memutuskan untuk mencari jalan alternatif yaitu minta bantuan dukun untuk mencari dana gaib. Sudah banyak dukun yang saya temui rata-rata mereka minta mahar untuk dibelikan syarat ritual, namun setelah mahar dibayar tak satupun memberi hasil dan saya telah tertipu. Hari itu saya coba googling di internet dan menemukan sebuah blog Dana Hibah Gaib, awalnya saya tidak percaya karena telah berkali-kali ditipu dukun yang mengaku bisa mendatangkan dana hibah gaib. Tapi begitu membaca artikel blog beserta testimonialnya, berbeda dengan dukun yang menipu saya. Beliau tidak meminta mahar sedikitpun, untuk syarat harus cari sendiri dan ritual bisa dilaksanakan ditempat saya. Kemudian saya menghubungi Beliau dan cari syaratnya ritual pun dilaksanakan, rasanya seperti mimpi saat saya mendapat dana gaib untuk melunasi hutang-hutang saya. Pada akhir tahun 2014 lalu ada seseorang yang menghubungi saya yang mengaku bernama Pak Said. Dia mengaku telah ditipu oleh banyak Dukun Gadungan dan Penipu Ulung. Apalagi dari ceritanya beban hidup yang dipikulnya sangat berat jadi saya berfikiran pasti dia tak bisa berpikir dengan jernih. Saya mengerti apa yang dia rasakan karena dulu saya pernah mengalaminya, oleh karena itu saya ingin membantunya. Saat dia mengatakan bahwa ingin meminjam uang untuk keperluan membayar hutang yang mendesak dan untuk membeli persyaratan agar bisa diritualkan oleh Kyai Abdul Hasan Markawi. Sayapun membagi sedikit rezeki yang saya dapatkan dari Dana Hibah Gaib. Pertama saya transfer 20 jt ke rekening atas nama istrinya untuk bayar hutang mendesak, ini bukti laporan sms banking dari bank. Bukti Laporan Sms Banking Beberapa hari kemudian saat dini hari, saya transfer lagi sejumlah 14,5 juta rupiah ke rekening anaknya atas permintaan dia dengan alasan istrinya sakit dan harus segera dirawat malam itu. Sisanya dia ingin pergunakan untuk membeli syarat untuk mendapatkan dana hibah. Laporan Sms Banking Transfer ke-2 Namun setelah beberapa lama saya mulai merasa ada sesuatu yang aneh, saat dia meminta uang kepada saya untuk ke-3 kalinya dengan alasan katanya ritualnya gagal dan telah menjadi KORBAN PENIPUAN KI JOKO SASONGKO. Oleh karena itu dia minta uang lagi agar bisa beli syarat dan untuk keperluan lain. Sayapun curiga bagaimana mungkin Ki Joko Sasongko bisa nipu karena jelas-jelas di blognya beliau mengatakan “jangan percayai saya dan segera tutup telepon bila seandainya saya meminta uang dengan alasan apapun” Akhirnya dengan memberanikan diri sayapun bertanya langsung kepada Ki Joko Sasongko via telpon. Ternyata beliau malah mengatakan tidak kenal dengan orang yang bernama Said tersebut. Dari sini akhirnya saya sadar bila saya tertipu. Akhirnya saya iseng-iseng memutuskan mencari tau dengan mengetik nomor hp nya pada google dan betapa kagetnya saat melihat nomornya terdaftar pada salah satu blog milik dukun penipu yang saya sendiri juga pernah menjadi korbannya. Akhirnya saya mulai mengerti bagaimana dia bisa tahu nomer handphone saya dan dengan memanfaatkan momen saya yang telah dibantu Dana Hibah Gaib Tanpa Mahar yang sesungguhnya . Saya salah memang karena saya tidak cross cek langsung kepada beliau. Walaupun uang yang saya berikan pada penipu itu tidak banyak dibanding bantuan dana hibah dari Kyai Abdul Hasan Markawi. Namun mungkin jauh lebih baik dan barokah jika uang tersebut saya berikan kepada Panti Asuhan atau orang yang kurang mampu. Oleh karena itu saya menghimbau bagi siapapun, khususnya bagi yang sudah terbantu oleh Ki Joko Sasongko agar berhati-hati dan waspada bila ada oknum yang mengatasnamakan Korban Penipuan Dana Hibah Gaib Ki Joko Sasongko. Beberapa hari ini kita dikejutkan dengan berita di televisi mengenai kasus pembunuhan 2 pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan juga dugaan penipuan dengan modus “penggandaan uang” yang juga disangkakan kepada pimpinan padepokan tersebut. Tak tanggung-tanggung kerugian yang diderita para korban hingga ratusan miliar bahkan kabarnya mencapai angka triliunan. Kasus ini menjadi semakin besar karena disinyalir para pengikutnya tidak hanya dari golongan masyarakat biasa namun juga melibatkan tokoh2 masyarakat, elit politik, perwira dan pejabat tinggi negara, bahkan para kaum terpelajar seperti dosen dan doctor. Belum tuntas kasus ini ternyata ada lagi kasus yang serupa yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dukun gadungan pengganda uang di Depok bernama Anton Hardiyanto 35 terhadap 2 orang korbanya yang tak lain adalah pasien sang dukun dengan motif ingin menguasai harta korban. Kedua korban yaitu Shendy 26 dan Ahmad 20 dibunuh dengan menggunakan kopi beracun yang telah dicampur sianida. Korban telah menyetor uang hingga puluhan juta sebagai mahar dan syarat untuk dinggandakan hingga beberapa ratus kali lipat. Namun setelah ditunggu hingga beberapa tahun uang tersebut tidak juga seperti yang dijanjikan oleh pelaku. Bahkan uang korban raib dan diduga digunakan oleh pelaku untuk membayar hutang pribadinya. Lelah ditagih janji oleh sang korban ditambah sang pelaku yang ingin menguasai mobil mewah sang korban. Akhirnya sang pelaku gelap mata dan tega membunuh kedua korban dan membuang mayatnya di dua lokasi berbeda. Dari kedua kasus ini kita dapat belajar bahwa kita harus berhati-hati dengan penipuan yang mentasnamakan penggandaan uang terutama yang diharuskan menyetor MAHAR terlebih dahulu entah itu untuk pembelian uborampe atau semacamnya. Disini saya juga tak henti2nya mengingangatkan agar selalu berhati-hati dengan penipuan semacam ini. Karena penipuan saat ini sudah sangat2 meresahkan bahkan saya pun juga tidak terlepas menjadi korban oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penipuan mengatasnamakan saya pribadi Ki Joko Sasongko. Salah satu contoh adalah web penipu yang merupakan web phising dan penipuan dan saya sudah melaporkan kepada pihak berwajib karena telah mencatut nama saya dalam melakukan penipuan. Data penipu No. HP penipu 081523841936 Email penipu jsasongko44 Di dalam web ini tertulis bahwa siapa saja yang ingin mendapatkan bantuan Kyai Abdul Hasan Markawi diharuskan menyetor 5 juta rupiah sebagai mahar. Padahal saya sudah mengingatkan berkali-kali seperti dalam postingan Penipuan Mengatasnamakan Ki Joko Sasongko, disitu berkali-kali saya menulis bila ada yang meminta mahar dimuka silahkan anda lapor kepada Polisi karena saya juga berpuluh kali mengingatkan bahwa saya dan Kyai Abdul Hasan Markawi tidak pernah meminta menyetor mahar dimuka entah itu untuk pembelian uborampe atau sejenisnya. Logikanya bila mampu menghadirkan uang hibah mengapa mesti meminta mahar terlebih dahulu, kenapa tidak pasien sendiri yang harus mencari syaratnya dan bila sudah benar-benar terwujud hasilnya dana hibahnya dan terbukti kebenarannya maka terserah pasien untuk memberikan seikhlasnya sebagai ucapan terima kasih, itupun juga dari uang hasil ritual. Seperti yang saya tuliskan sejak postingan saya yang pertama dalam blog ini. Gara-gara penipu ini yang mengaku dari kota Pare-pare, Sulawesi Selatan, sayapun sampai jauh-jauh mendatangi alamat yang diberikan oleh si penipu dengan tujuan untuk menyelidiki/ingin tahu siapa sebenarnya penipu ini sekaligus melaporkannnya kepada pihak berwajib, namun setelah saya datangi ternyata alamat tersebut tidak ada alias fiktif. Akhirnya sayapun melaporkan kasus ini di Kota Pare-pare kantor polisi terdekat dengan alamat yang diberikan si penipu dengan harapan agar kasusnya dapat lebih diperhatikan karena saya khawatir bila saya melaporkan penipuan ini di kantor polisi di tempat saya tinggal maka laporan saya kurang diperhatikan karena diluar area yuridisnya atau karena tempatnya jauh dari si penipu. Berikut bukti surat laporan kepolisian dari Polres Pare-pare Surat Laporan Polisi untuk Penipuan dengan Mengatasnamakan Ki Joko Sasongko Tak henti-hentinya saya ingatkan bahwa penulis yaitu Ki Joko Sasongko hanya memiliki satu blog ini saja yaitu dan tidak memiliki blog/web lain. Jadi bila ada orang yang mengaku sebagai saya di web/blog lain bisa dipastikan itu adalah penipu. Selain itu saya juga mengaharapkan agar berhati-hati untuk akun facebook yang mencantumkan foto2 saya dan mengaku sebagai Ki Joko Sasongko. Sebab saya sudah menghapus akun Facebook saya dikarenakan banyaknya penipu yang berpura-pura menjadi KI JOKO SASONGKO dengan menggunakan foto saya maupun Kyai Abdul Hasan Markawi. Oleh karena itu bila ada akun facebook yang mengaku sebagai KI JOKO SASONGKO maka dapat dipastikan itu adalah akun facebook penipu yang berpura-pura sebagai saya. Lalu bagaimana bila ada yang tertipu dengan menyetor uang mahar atau semacamnya di muka kepada penipu2 ini..? Karena saya sudah mengingatkan berkali-kali seperti dalam tulisan saya sebelum-sebelumnya, agar jangan pernah percaya apalagi menghiraukan bila ada oknum yang berpura-pura sebagai saya yang menawarkan bantuan untuk penggandaan uang maupun menghadirkan dana hibah gaib dengan meminta uang di depan untuk pembelian uborampe atau semacamnya entah melalui transfer bank, western union atau lainnya. Maka saya tegaskan segala kerugian yang disebabkan oleh oknum2 penipu tersebut adalah bukan tanggung jawab saya. Karena anda sendirilah yang memilih menjadi seorang yg maaf “bebal” dengan tidak mau mendengarkan ribuan nasehat baik dari saya dan lebih memilih perkataan dusta dari penipu. Jadi saya sarankan bila memang sudah ada yang merasa tertipu dan dirugikan, maka saya berharap untuk melakukan hal yang sama seperti saya, yaitu melaporkan kepada pihak berwajib agar dapat diproses secara hukum untuk memberikan efek jera kepada oknum2 yang tidak bertanggung jawab yang telah mencatut nama saya dan KYAI ABDUL HASAN MARKAWI sehingga tidak ada lagi korban-korban lain dikemudian hari. Dengan adanya bukti2 dari anda yang merasa telah tertipu dan banyaknya laporan maka pihak kepolisian akan lebih memperhatikan dan lebih serius dalam menangani kasus ini dan pelaku sebenarnya dapat tertangkap. Terlebih lagi Polisi saat ini tengah gencar memerangi penipuan berkedok penggandaan uang setelah mencuatnya kasus Dimas Kanjeng. Karena sejak awal blog ini dibuat yaitu 4 tahun yang lalu, murni bertujuan untuk membantu anda yang sedang dalam masalah keuangan dan bukan untuk menambah masalah anda, seperti yang dilakukan oleh para PENIPU BERKEDOK PENGGANDAAN UANG yang banyak diberitakan di televisi saat ini. Update terbaru. Berikut saya lampirkan bukti transfer korban yang telah tertipu oleh Ki Joko Sasongko palsu. Menurut korban, transfer dikirim ke nomor rekening yang menurut penipu adalah nomor rekening anak saya yang bisa dipastikan itu adalah nomor rekening penipu sendiri yaitu atas nama Irfandi Rata, no rekening Bank Mandiri 1510007305151. Bukti Transfer dari korban Berikut bukti transfer dari korban di Taiwan Bukti transfer korban dari Taiwan Assalamualaikum Wr Wb,.. AMALAN DANA HIBAH TANPA MAHAR. Setelah sekian lama akhirnya saya menulis lagi di blog ini, yang bertujuan untuk membantu saudara2 yang sedang terlilit masalah ekonomi khususnya hutang. Baik sebelumnya anda bisa membaca dulu salah satu komentar dari salah satu pengunjung blog ini yang ditulis pada postingan pertama saya Komentar I, oleh sdr. Afif Ikhwanul M. Assalammualaikum Kyai Joko Sasongko. Nama saya Afif Ikhwanul Muslimin, umur saya 28 tahun dan saat ini saya berdomisili di jawa barat, sebetulnya saya malu untuk menceritakan masalah saya karena sebetulnya masalah saya yang akan saya ceritakan ke kyai berkaitan dengan seluruh keluarga saya beserta nama baiknya, tapi apabila saya tidak menceritakannya paling tidak garis besarnya saya rasa saya tidak layak untuk meminta bantuan dari kyai, jadi saya putuskan dengan rendah hati dan sangat berharap kyai bisa mengerti dengan permasalahan yang saya hadapi dan mau mempertimbangkan untuk membantu Jadi begini bapak kyai Joko pada awalnya beberapa tahun lalu ayah saya diajak kakaknya yang mempunyai keinginan untuk mendirikan sebuah perusahaan, kemudian sampailah ke tahap datangnya para investor2 baik yang besar maupun yang kecil2an yang hanya sekedar untuk operasional saja, dan sampailah dimana memulai pembebasan lahan walaupun baru uang mukanya saja yang di bayar, lalu entah bagaimana detilnya adik dari ayah saya ini bermasalah yang kabarnya menyalahgunakan uang investor2, sedangkan lahan2 yang baru dibayar uang mukanya tersebut sudah terlanjur diratakan, dan itu terjadi tanpa sepengetahuan ayah saya, entah untuk tujuan apa, dan jumlahnya cukup banyak menurut yang di ceritakan oleh ibu saya, hampir sekitar 2,5 Milyar lebih hampir mendekati 3 Milyar totalnya apabila di jumlahkan, baik yang untuk mengurus perizinan, IMB, SK kehakiman, dan selebihnya untuk tujuan2 tidak jelas yang hanya adik ayah saya yang tau diapakan uangnya, dan ternyata sertifikat rumah kakek dan nenek saya pun diam2 di gadaikan oleh adiknya ayah saya, dan setelah mulai tercium masalah di sana sini adik dari ayah saya tersebut pun melarikan diri cukup lama, dan jadilah ayah saya dan keluarga yang terkena imbasnya, disamping ayah saya malu dengan para investor2 yang sebagian besar juga datangnya dari kawan2 lama ayah saya, dan juga pada warga sekitar karena proyek tersebut berada sangat dekat di tempat kakek dan nenek saya tinggal juga ayah ibu saya, dan semenjak kejadian itu ayah saya jadi seperti di bebankan oleh hal yang seharusnya tidak menjadi tanggung jawab, dan sampai lah pada titik rumah tinggal yang hanya satu2nya pun terancam beserta rumah kakek nenek saya yang sudah jelas2 digadaikan sertifikatnya ditambah lagi dikucilkan oleh masyarakat sekitar dan sanak keluarga dan otomatis ayah saya pun jadi kehilangan kepercayaan dari seluruh teman2nya, kemudian terdengar kabar kalau adiknya ayah saya pun tertangkap kemudian dipenjara, tapi itu tidak menghentikan tekanan2 dari para investor untuk menyudutkan ayah saya, bahkan ayah saya juga ikut terancam untuk dipenjara kalau tidak segera memberi kepastian untuk membereskan masalah tersebut dari pihak investor, sedangkan keluarga dan kerabat sudah tidak mau tau apapun alasannya ayah saya dianggap terlibat karena keteledorannya sendiri ditambah kemarahan karena rumah kakek nenek saya pun jadi bermasalah, dan ayah saya sudah tidak bisa berbuat apa2 hanya berusaha menjual nama baik yang sudah hampir tidak ada sisa untuk bertahan hidup, adik perempuan saya pun terancam putus sekolah, dan saya sendiri tidak punya pekerjaan tetap dan hasilnya untuk saya sendiri pun pas2an bersyukur saya tidak memutuskan untuk buru2 memiliki keluarga, saya sempat berfikir untuk berkerja keluar negeri seperti ke kapal pesiar dan sebagainya karena saya sadar walaupun saya bisa hidup 100-200 tahun dan hanya berkerja di indonesia tidak akan pernah cukup untuk menutupi hutang yang sebanyak itu walaupun dengan berkerja ke pesiar atau keluar negeri dengan gaji2 yang cukup besar tetap saja akan membutuhkan waktu belasan atau puluhan tahun untuk menyelesaikan hutang tersebut, tapi saya ikhlas kalau memang itu perlu dan tidak ada pilihan lain demi mengembalikan nama baik ayah dan keluarga saya yang rusak hanya karena ketamakan satu orang, dan lagipula saya adalah anak dan cucu laki2 tertua yang tidak bisa dikesampingkan saya harus menafkahi keluarga saya baik saya menikah atau tidak, dan saya pun sempat berfikir andaipun saya lepaskan tanggung jawab itu saya masih harus tetap menafkahi keluarga saya termasuk kakek dan nenek saya maka datanglah pemikiran keluar negeri tadi, tapi itupun yang menjadi masalah, sekalipun hanya untuk bekerja di kapal pesiar atau keluar negeri untuk mendapatkan gaji yang masuk akal untuk menafkahi keluarga dan membangun masa depan saja modal nya sudah kurang lebih puluhan juta bisa dikatakan sudah sangat2 besar, sedangkan uang ratusan ribu saja bagi saya saat ini sudah sangat berharga. Seperti itu permasalahan dan dilema saya pak kyai, saya sangat mohon bantuannya dan jalan keluarnya juga bimbingannya. Saya sadar untuk anak muda seperti saya memikirkan uang sebesar itu sepertinya tidak seharusnya, tapi apa mau dikata itu nasib saya dan beban hidup yang mau tidak mau nantinya akan turun ke pundak saya. Sekali lagi saya sangat mohon bantuan dan kebijaksanaannya, saya hanya takut terlambat, jujur saja kyai beban saya saat ini adalah apabila orang2 sudah hilang kesabaran untuk menunda-nunda menyeret ayah saya ke penjara, juga adik perempuan saya yang mau tidak mau harus putus sekolah. Sekali lagi saya sangat mohon bantuannya kyai untuk penyelesaiannya, saya sadar dan tahu bahwa ada ribuan pemohon seperti saya. Namun bila memang tiada jalan bagi saya, setidaknya saya mohon doa dan bimbingannya amalan karena sebelumnya cerita ini hanya sekali keluar dari diri saya yang akhirnya hanya mempermalukan saya, dan yang kedua kali nya dengan kyai, maaf sekali kalau cerita saya terlalu panjang walaupun saya bilang hanya garis besarnya saja kyai dan terima kasih untuk blog dan artikelnya yang sudah memberi saya angin harapan. Afif Ikhwanul M. 21 Juli 2014 Diatas adalah salah satu komentar permohonan bantuan yang ditulis oleh sdr. Afif pada tanggal 21 Juli 2014. Berkaca pada kejadian yang dialami sdr. Afif seperti dalam tulisan diatas, bahwa banyak sekali urusan dunia baik disengaja maupun tidak yang menyebabkan kita terjerumus dalam masalah hutang. Sehingga begitu berat membebani dipunggung kita, namun bukan berarti kita harus lari dari masalah tersebut. Semakin lari maka akan semakin dikejar-kejar dan stress, namun disisi lain bila kita ingin menyeleseikan malah terkadang tertipu oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab. Jalan yang saya sarankan adalah Pertama berniat dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi hutang, bukan pusing memikirkan dan pasrah pada keadaan tapi “segera berusaha dg seoptimal mngkin” dengan “tetap tenang dan berfikir jernih”. Jangan sampai malah terjerumus dan dimanfaatkan oleh orang2 yg tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi. Yang kedua yang paling penting jalan yang harus ditempuh melalui jalan usaha pendekatan kepada Allah SWT, karena segala masalah dan cobaan berasal dari-Nya dan hanya dengan seizin-Nya saja segala masalah bisa teratasi, hal yg bisa anda lakukan adalah Taubatan Nasuha, ini merupakan kunci utama, janganlah merasa diri kita jauh dari dosa atau kemaksiatan, sesungguhnya hutang yang menimpa kita bisa jadi tanda sayang Allah untuk membuat kita kembali meminta dan bersujud memohon jalan keluarnya. Pemilik kuasa dan masalah adalah Allah semata maka dengan itu mohonlah kepada-Nya agar keluar dari masalah dan jauhkan dari kemaksiatan. Zakat dan Sedekah, kadang memang timbul pikiran ”wong bayar hutang ajah susah mau sedekah????” Justru itu kelebihan kita meskipun punya hutang menumpuk toh kita masih sanggup memberi. Tidak jarang ada kejadian diluar dugaan dalam cerita nyata dimana seseorang mempercayai sedekah sebagai penolak bala, lalu mereka menjual hartanya dan menyedekahkan kepada fakir miskin, ternyata Allah malah memberikan balasan melebihi dugaannya. Jangan Tinggalkan sholat Dhuha dan Tahajud, dan sebagai pamungkas terakhir adalah AMALAN DANA HIBAH TANPA MAHAR Untuk amalan yang terakhir ini anda bisa lakukan sendiri namun tidak bisa saya sebutkan disini karena berkenaan dengan janji/sumpah saya pada Guru saya. Bagi siapapun yang ingin mendapatkan amalan tersebut saya akan mengijazahkan dengan cuma-cuma TANPA MAHAR alias Gratis, dan seperti biasa silahkan menuliskan komentar, email atau nomer HP. Dan saya akan berikan langsung via sms atau email. Pada postingan saya selanjutnya akan saya beritahukan kiriman terakhir dari sdr. Afif setelah mengamalkan AMALAN DANA HIBAH TANPA MAHAR secara individu dan telah terbantu untuk masalah2 yang sedang dihadapi keluarganya.

dana hibah gaib ki joko sasongko